Mengatasi Serangan Panik | Memahami, Mengidentifikasi, dan Mengelola

Mengatasi Serangan Panik | Memahami, Mengidentifikasi, dan Mengelola

serangan panik, cara mengatasi serangan panik


Serangan panik, meskipun sering dianggap sepele, ini adalah pengalaman nyata di mana seseorang mendadak merasakan ketakutan atau ketidaknyamanan, didorong oleh kekhawatiran akan terjadi sesuatu yang buruk. 


Itu Fakta!

Inilah yang sedang saya alami sekitar 3 hari belakangan ini atau disaat artikel ini dibuat dan dipublish. Ketika Serangan panik datang, yang saya rasakan adalah sulit bernafas, leher seperti tercekik, nelan ludah saja terasa sangat sulit dan ketakutan (mati).


Anehnya Serangan panik itu selalu datang ketika saya sedang berada ditempat keramaian seperti di tempat tongkrongan, dan ditempat-tempat umum lainnya. Begitu saya pulang, sampe rumah biasa-biasa saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa, paling kalau lagi saya pikirin (terpikirkan serangan itu akan kembali datang) mungkin akan terasa dibagian bernafasnya akan terasa sulit.


Dengan alasan itulah saya coba buat nyari tau sana sini gimana cara mengatasi serangan panik tersebut.


Berikut adalah Artikel yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber untuk membahas gejala, diagnosis, dan pengelolaan serangan panik, serta menggali beberapa terapi yang efektif.


Gejala Serangan Panik

Puncaknya dalam 10-20 Menit


Gejala serangan panik mencakup jantung berdebar, pusing, dan sesak napas. Puncaknya biasanya terjadi dalam 10 hingga 20 menit, namun, beberapa dapat berlangsung berjam-jam. Pasien mungkin merasa seperti sedang mengalami serangan jantung atau penyakit serius lainnya.


DSM-5 dan Diagnosis

Menurut Manual Diagnostik dan Statistik untuk gangguan mental edisi kelima atau DSM-5, pasien harus mengalami empat dari tiga belas gejala berikut secara tiba-tiba: 


  1. jantung berdebar, 
  2. nyeri dada, 
  3. berkeringat, 
  4. gemetar, 
  5. sesak napas, 
  6. mual, 
  7. pusing, dan lainnya. 

Penting untuk memahami bahwa serangan panik tidak hanya melibatkan reaksi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi pikiran dan perasaan secara bersamaan.


Hubungan dengan Gangguan Mental Lain

Gangguan Depresi dan Stres Pasca-Trauma


Serangan panik dapat terjadi dalam konteks gangguan mental lain seperti depresi dan stres pasca-trauma. Dsm-5 juga menyatakan bahwa dapat terjadi dalam konteks gangguan panik, yang didefinisikan oleh serangan panik berulang yang tidak terduga.


Dampak dan Cara mengatasi Serangan Panik

Dalam kehidupan Sehari-hari 


Pasien seringkali tidak dapat memprediksi kapan serangan panik berikutnya akan terjadi, menyebabkan penghindaran terhadap tempat-tempat di mana serangan sebelumnya terjadi. Meskipun ini dapat sementara mengurangi gejala kecemasan, jangka panjangnya membuat kehidupan sehari-hari sangat sulit.


Terapi Psikoterapi


Terapi psikoterapi, terutama terapi perilaku kognitif, adalah cara yang terbukti efektif untuk membantu orang mengatasi gangguan panik. Untuk menjelaskan dengan lebih sederhana:


  1. Pemahaman Gejala: Ini berarti belajar mengenali tanda-tanda ketakutan atau cemas saat serangan panik datang. Contohnya, mungkin merasa jantung berdebar kencang atau pikiran yang sulit dikendalikan.

  2. Pemantauan Serangan: Pasien diajarkan untuk mencatat kapan dan bagaimana serangan panik terjadi. Contohnya, mereka mencatat jika serangan panik muncul ketika di tempat umum atau dalam situasi tertentu.

  3. Latihan Teknik Pernapasan: Ini termasuk belajar cara bernapas dengan tenang saat merasa cemas. Contohnya, latihan menghirup dan mengeluarkan napas secara perlahan untuk menenangkan diri.

  4. Pola Pikir: Pasien belajar mengenali dan mengubah pikiran negatif yang mungkin membuat mereka lebih cemas. Contohnya, mengganti pikiran "Saya tidak bisa mengatasinya" dengan "Saya bisa mengatasi ini."

  5. Menghadapi Situasi Pemicu: Ini melibatkan menghadapi perlahan situasi yang biasanya membuat cemas. Contohnya, jika takut akan kerumunan, pasien mungkin mulai dengan menghadapi kerumunan kecil dan bertahap meningkatkan tingkat kesulitan.

Dengan bantuan lima langkah ini, terapi psikoterapi membantu orang mengembangkan keterampilan untuk mengelola dan mengurangi dampak serangan panik. Dengan berlatih dan memahami diri sendiri, kita dapat meraih perubahan positif untuk mental kita.


Pengobatan Medis


Dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengatasi gangguan panik, seperti antidepresan seperti SSRI atau obat anticemas seperti benzodiazepin. Namun, perlu diingat:


  1. Antidepresan (SSRI): Ini adalah obat yang membantu menjaga suasana hati dan mengurangi kecemasan. Contohnya adalah sertralin atau fluoksetin.

  2. Obat Anticemas (Benzodiazepin): Jenis obat ini membantu menenangkan pikiran dan tubuh. Contohnya adalah diazepam atau alprazolam.


Tetapi, walaupun bisa membantu, penggunaan obat anticemas harus diperhatikan karena bisa menimbulkan efek samping yang mungkin tidak diinginkan. Oleh karena itu, dokter akan memantau penggunaan obat dengan cermat agar pasien mendapatkan manfaat terbaik tanpa risiko yang berlebihan. Penting untuk berkomunikasi dengan dokter mengenai efek samping atau perubahan yang dirasakan selama menggunakan obat.


Kesimpulan

Mengelola serangan panik memerlukan pendekatan holistik. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang gejala, diagnosis, dan opsi pengelolaan, pasien dapat menavigasi tantangan ini dan mencapai keseimbangan mental yang lebih baik. Konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan panduan dan dukungan yang dibutuhkan.


Semoga artikel ini bermanfaat, share ke sosial media kalian mungkin ada teman kalian yang butuh informasi ini.


Terimakasih,

Mukhlis MJ


Referensi : Youtube

Silakan Berkomentar dengan topik yang sesuai dan sopan. terimakasih