LANGKAH-LANGKAH COMMISSIONING TEST

Individual Test

Yang termasuk kategori individual test, adalah pengujian karakteristik setiap equipment. Secara general, Equipment dibagi menjadi tiga jenis, yaitu : Rotating part, Vessel, dan piping and fitting. Untuk rotating part, misal motor, karakteristik yang cukup menjadi perhatian adalah Vibrasi, Ampere, Temperatur (motor), pressure and flow (pompa) dll. Untuk Vessel, apakah ada kebocoran (menggunakan hidrostatis hingga test pressure, laluNDT untuk melihat kualitas sambungan las). Piping and fitting pun serupa, kemungkinan besar melihat kebocoran, NDT, dan terakhir yang cukup penting, losses dari piping and fitting (elbow, strainer, valve,dll)

Sub Unit Test

Jika tadi melihat karakteristik individual, sekarang saatnya melihat secara sub system. Bagaimana karakteristik dari masing-masing equipment secara assembly, misalnya condensate water system, pengisian dari kondenser ke deaerator membutuhkan waktunya berapa lama, bukaan valve berapa %, dan parameter-parameter yang cukup rumit. Untuk Boiler, melihat karakteristik dari boiler, misalnya test firing, melihat kondisi komponen pembakaran boiler, melihat performance drum, dan yang sering agak dilupakan yaitu melihat pemuaian boiler pada saat terkena panas. Hal ini cukup penting, mengingat boiler akan bekerja pada temperatur dan tekanan tinggi untuk periode kontinyu yang cukup lama (sekitar 8000 jam setahun).

Safety Interlock Test

Jika sudah selesai, maka langkah selanjutnya, mulailah semua komponen digandeng menjadi satu kesatuan utuh. Untuk Power plant, dimulailah proses heating, sampai mencapai tekanan dan temperatur tertentu (berdasarkan manual book tentunya). Terus uap hasil produksi boiler tadi digunakan untuk memutar turbin (rolling turbin), samapi sekitar 500 rpm, dan di-TRIP-kan (Rub-check). Fungsi rubcheck untuk mengenali adanya gesekan dan suara-suara aneh yang ada di turbin (kalau ada, berarti turbin bermasalah dan harus diteliti/dibongkar lagi). Kalau sudah sesuai, lanjut rolling, sampai putaran tertentu. Lalu, test Overspeed (umumnya 110 % rating speed). Setelah itu Condenser Vacuum Test, Oil Loss test, dll. Setelah semua dinyatakan baik dan sesuai barulah Synchron Test.

Fail-Safe Test (Run Back Test)

Seperti mobil, ada test pengereman, Pembangkit juga wajib memiliki kemampuan pengereman. Pengereman pembangkit disini maksudnya adalah kemampuan pembangkit untuk merespon kegagalan peralatan. Misalnya salah satu Force Draught Fan Trip, pembangkit akan berjalan dengan kapasitas 50 %. Respon peralatan peralatan lain, harus menyesuaikan secara AUTOMATIS, kebutuhan 50 % tadi, misalmnya pengurangan supply bahan bakar, pengurangan bukaan governor valve, pengurangan supply feedwater ke boiler, dll, dll. Tujuan dari test ini, jika terjadi suatu trouble, maka pembangkit merespon dengan aman (Fail-Safe Operation)

Endurance Test

Sudah selesai Run-Back, dilaksanakan Endurance Test, misalnya 2 x 24 jam. Jadi pembangkit running Continue, pada rated load selama 2 x 24 jam. Ini persyaratan utama sebelum masuk COD-Commercial Operation Date.

Performance Test

Data dari Continue Running kemudian diolah menjadi suatu laporan yang comprehensive untuk melihat kinerja (performance) dari pembangkit. Data hasil berupa, effisiensi, heat rate, Specific Fuel Consumption, dll.

Genset atau generator set merupakan salah satu alat yang memberikan sumber listrik, untuk itu penting pula adanya dilakukan  pemeriksaan dan pengujian atau disebut Testing dan Komisioning agar mengetahui apakah telah memenuhi ketentuan dan persyaratan teknis yang telah ditentukan. Bila memerlukan jasa untuk melakukan commisioning genset dapat dilakukan oleh tim https://sewatama.com/id/ yang akan melakukan pengecekan generator set atau genset yang baru terpasang untuk memastikan seluruh system bekerja dengan baik dan pasokan yang dihantarkan ke sistim distribusi berjalan dengan aman dan baik (sesuai dengan design yang sudah disiapkan).

Malu dijalan Sesat Bertanya

Share this